Fri. Sep 30th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Praktikum Online, Mahasiswa Pertanian Bisa Apa?

3 min read

Pandemi Covid-19 saat ini memang membuat seluruh aktivitas masyarakat dibatasi.  Salah satu yang terdampak adalah aktivitas perkuliahan yang secara tidak langsung memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap mahasiswa. Perkuliahan yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini hanya bisa melalui online atau via daring dalam istilah mahasiswa. Perkuliahan yang dilaksanakan secara online tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, saat krisis ekonomi seperti sekarang ini mahasiswa juga dituntut memiliki kuota internet yang mencukupi. Meskipun sudah ada bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupa paket data internet, akan tetapi tidak semua jaringan penunjang perkuliahan dapat diakses dengan paket data internet tersebut sehingga harus membeli lagi.

“Kasihan juga melihat temen-temen yang ada di pelosok harus berjuang mendapatkan signal untuk menghadapi quis yang tiba-tiba datang, terlebih kuliah online saat ini juga sangat boros kuota apalagi saat dosen meminta untuk tatap muka via zoom, kuota 1 gb (Gigabyte) habis dalam satu kali petemuan belum lagi matkul yang lain. Bagi yang ingin nilai bagus, maka signal dan kuota adalah senjatanya”. Ujar Mardatillah Cananggi salah satu mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta Unej).

Memang perlu perjuangan yang besar bagi mereka meskipun hanya untuk sekadar mengirimkan tugas sekalipun. Dilansir dari Kompas.com seorang mahasiswa Universitas Hasanudin Makasar tewas terjatuh dari menara masjid saat mencari sinyal internet untuk mengirim tugas kuliah. Tentunya sangat miris sekali melihat perjuangan seorang mahasiswa mempertaruhkan nyawanya demi tugas yang belum tentu sebanding dengan apa yang didapatkannya.  

Sebagai mahasiswa pertanian, Salah satu kegiatan yang tidak bisa lepas dari mahasiswa pertanian yakni kegiatan praktikum yang merupakan kegiatan tambahan bagi mahasiswa di luar jam perkuliahan tatap muka. Kegiatan ini merupakan wadah untuk mendapatkan ilmu terapan atau praktik secara langsung, sehingga diharapkan lebih mampu memahami materi yang sudah didapatkan pada saat perkuliahan tatap muka. Akan tetapi, karena praktikum online inilah, semua ituhanya tergambar diangan-angan belaka. Praktikum secara online memang sangat menyulitkan. Praktikum online yang ada saat ini dinilai menjadi tantangan bukan hanya saat sekarang, tetapi juga tantangan setelah lulus nantinya saat menjadi sarjana. Arif Ulhaq salah satu mahasiswa Faperta Unej menuturkan “Praktikum online saat ini sangat tidak efisien,  karena ada beberapa mata kuliah dari beberapa jurusan perlu pengalaman secara langsung sehingga akan berpengaruh pada keterampilan setiap mahasiswanya”. Sebagai calon sarjana pertanian apalah arti sebuah nilai jika tidak memiliki keahlian atau soft skill yang seharusnya diperoleh dari kegiatan praktikum.

Dalam pidatonya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga memberikan pernyataan bahwa materi di dalam kelas itu hanya menyumbang 50% keterampilan mahasiswanya, sisanya dapat diperoleh dari praktikum, penelitian di laboratorium, pengalaman organisasi atau kegiatan luar kampus lainnya untuk mendapatkan pengetahuan secara luas. Bahkan untuk mahasiswa kelompok saintek misalnya mahasiswa pertanian, praktikum merupakan bagian penting yang harus dipelajari setelah materi di kelas. Hal tersebut berguna untuk mengetahui studi kasus di lapangan serta untuk persiapan kerja setelah menjadi sarjana.

Praktikum secara online bukan berarti tidak dapat dilaksanakan, akan tetapi mengingat praktikum mahasiswa pertanian merupakan kegiatan praktik tanam dan sebagainya maka sangat kurang efisien jika semua praktek hanya dilakukan melalui virtual yang tidak jelas keberhasilannya. Fenty salah satu salah satu asisten laboratorium Agroteknologi Faperta Unej mengatakan “Tujuan praktikum kita sepenuhnya kurang sesuai target yang diharapkan, bagi kami Aslab (red: asisten laboratrium) teori saja tidak cukup tanpa ada gambaran langsung, jadi meskipun ada beberapa matkul (red: mata kuliah) yang hanya belajar teori, tetapi dalam penerapannya mereka (Praktikan) perlu diragukan”. Berkaca pada fakta ini bukan tidak mungkin jika lulusan Fakultas Pertanian nantinya akan kebingungan dengan keadaan lapangan, mengingat nilai bagus yang mereka dapatkan hanya sekadar belajar tanam melalui virtual. Maka saat ini nilai yang tinggi tidak menjamin setiap mahasiswa menguasai teori dan praktik yang disampaikan. Seperti dalam Surat Edaran Rektor Universitas Jember Nomor :5582/UN265/LL/2020 Tentang Kebijakan Ketuntasan Pembelajaran dan Penilaian Mata Kuliah Semester Genap 2019/2020 Selama Kondisi Darurat Covid-19, cukup hanya dengan kehadiran penuh maka nilai yang didapatkan pun akan tinggi. Tentu hal tersebut menjadi tantangan bagi sarjana pertanian, dimana mereka yang harus siap dengan kondisi lapangan yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Mengingat nilai hanya sebagai formalitas tanpa memperhatikan kualitas. Maka dari itu dibutuhkan kesadaran bagi mahasiswa pertanian untuk tidak mengandalkan ilmu teori yang didapatkan dari kuliah daringnya, tetapi dapat dilaksanakan dengan praktikum secara mandiri di rumah masing-masing dengan memanfaatkan lahan yang ada. Semoga saja pandemi Covid-19 segera berakhir dan kita dapat melaksanakan kegiatan seperti biasa. Aamiin

Penulis : M Andik Fathur Rohman

Editor : Erlita Diah Salsahbila, Arki Vanesaputri dan Siti Aisyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *