Thu. Apr 18th, 2024

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

KETEGANGAN TERSEMBUNYI : Intimidasi Masyarakat Pakel oleh Aparat Keamanan dan PT BumiSari Maju Sukses

2 min read

Jember, 14 Maret 2024. Suasana di desa pakel dipenuhi dengan kekhawatiran dan ketakutan setelah serangkaian insiden intimidasi yang dilakukan oleh aparat keamanan dan PT Bumisari Maju Sukses (BMS). Menurut pengakuan warga, dilansir dari narasinewsroom, aksi intimidasi dan provokasi yang dilakukan oleh pihak BMS telah berlangsung sejak dua pekan lalu sebagai buntut dari konflik agraria. Intimidasi masyarakat berawal dari kedatangan securiti dan kelompok purnawirawan TNI yang berdalih menumpang lewat setelah melakukan latihan. Namun, aksi tersebut nyatanya berlanjut dengan ditemukannya pondok milik warga yang rusak dan botol bekas bensin yang diduga digunakan untuk membakar pondok warga.

Puncak dari tindakan intimidasi ini adalah penyerangan yang dilakukan oleh pihak BMS pada hari Kamis, 14 Maret 2024. Sebagaimana yang diungkapkan oleh media yang dikelolah secara kolektif oleh warga rukunpakel bahwa hari ini banyak preman yang berdatangan dengan dibarengi oleh pihak PT Bumisari Maju Sukses dengan puluhan kendaraan bermotor. Rombongan tersebut datang dengan berbekal senjata tajam, merangsek bahkan membabat habis tanaman warga yang ditanam di atas tanah reclaiming.

Sumber : rukunpakel

“Ada 5 truk datang membawa pekerja kebun. Kami sampai susah untuk membedakan mana warga Pakel mana orang Perkebunan.” Tutur salah seorang warga saat dimintai keterangan. 

Ketegangan semakin memuncak ketika beberapa warga mencoba memberikan perlawanan damai, namun diberi respon keras oleh aparat keamanan beserta pihak BMS. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan mengalami cedera akibat kekerasan fisik. Bahkan terdapat seorang warga yang harus dilarikan ke faskes terdekat akibat menjadi korban pemukulan oleh pihak Perkebunan.

Warga-warga desa berkumpul di jalan-jalan berusaha menghentikan invasi dari pihak Perkebunan. Tergambar jelas di wajah mereka tak gentar dengan adanya serangan-serangan tersebut dan terus berusaha untuk mempertahankan hak mereka.

“Kami mencoba berdiri teguh, berharap untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Namun, reaksi yang kami dapatkan adalah kekerasan fisik dan ancaman yang tidak manusiawi,” teriak seorang warga ditengah adegan dorong-dorongan.

Reaksi Masyarakat terhadap insiden ini begitu kuat. Lembaga Swadaya Masyarakat dan aktivis hak asasi manusia segera turun tangan, mengecam tindakan intimidasi tersebut dan menuntut agar pemerintah setempat segera bertindak untuk menyelesaikan konflik ini secara adil dan damai.

“Kalo gini terus berhari-hari aku ga tau gimana jadinya. Jadi tolong yuk bisa dibantu menyebarkan kabar ini dan menggalang solidaritas dalam bentuk apapun,” respon salah seorang aktivis LSM atas terjadinya insiden penyerangan terhadap warga Pakel.

Penulis : Bela Indri Ayunita

Ilustrator : Nazar Ali Mido

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *