Thu. Sep 29th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Kuliah Online: Jangan Hanya Sekedar Presensi

4 min read

Pandemi Covid-19 mengubah banyak tradisi yang telah dijalankan selama ini. Sejak diumumkannya wabah Covid-19 sebagai pandemi, mulai diberlakukan protokol kesehatan di berbagai negara. Hal tersebut berimbas terhadap aktivitas kontak fisik, sehingga berbagai institusi harus menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Lalu apakah dampak perubahan tersebut pada sistem pembelajaran di Indonesia?

Sejak dikeluarkannya Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (Covid-19), maka seluruh sistem perkuliahan tatap muka diganti dengan sistem belajar dari rumah secara online. Kebijakan ini mendorong mahasiswa untuk meningkatkan skill sekaligus mempelajari materi di rumah tanpa harus ke kampus.

Namun masih banyak mahasiswa yang menganggap pembelajaran secara virtual ini sebagai pelarian formalitas kampus semata. Dikatakan hanya formalitas karena kegiatan yang dijalani selama proses belajar menjadi membingungkan karena banyak keterbatasan diskusi serta keterbatasan dalam akses perkuliahan. Proses pembelajaran online yang sering terjadi yakni dosen hanya menyediakan link konfirmasi kehadiran dan memberikan tugas tanpa melakukan pembelajaran secara tatap muka melalui platform online, sehingga tak heran jika akhirnya muncul pernyataan “perkuliahan online hanyalah judul belaka”.

Di Indonesia, perbincangan tentang sistem kuliah online ini masih menjadi topik yang menarik untuk ditanggapi. Apabila kita melihat secara global,  bahwasannya kuliah online ini sudah bisa diterapkan dalam sistem pendidikan di negara maju seperti Korea Selatan. Dosen maupun mahasiswa sudah bisa menggunakan platform digital secara lancar untuk melakukan kegiatan diskusi. Pendidikan yang seperti ini tentu menjadi cita-cita bangsa Indonesia, sehingga mahasiswa harus bisa bersaing secara global dengan memanfaatkan pola pendidikan secara online.

Lalu bagaimana mahasiswa Indonesia menanggapi perkuliahan online ini? Tentu saja perlu banyak penyesuaian untuk mencapai tahap efektivitas pembelajaran. Berdasarkan survei UPI yang dimuat pada portal berita Universitas Pendidikan Indonesia banyak mahasiswa yang mengeluhkan minimnya penjelasan dari dosen yang menyebabkan kesulitan terkait dengan kegiatan praktikum pada beberapa mata kuliah. Kendala lain yang dikeluhkan yaitu terkait beban kuota internet, sinyal yang tidak merata, dan waktu tugas yang terlalu mepet. Jika hal tersebut terus berlanjut bagaimana wajah generasi penerus bangsa Indonesia ini untuk menghadapi persaingan kualitas pendidikan secara global di masa depan?

Di tengah masa pandemi seperti ini, sistem perkuliahan secara online menjadi suatu tuntutan sekaligus tantangan baru bagi mahasiswa untuk lebih aktif dan fasih dalam mengeksplor dunia digital. Institusi pendidikan juga mesti membekali para mahasiswanya dengan pengetahuan serta fasilitas yang memadai. Dengan demikian mahasiswa tidak hanya sekedar mengisi kehadiran yang disediakan oleh dosen, namun juga dapat memanfaatkan fasilitas platform pembelajaran online yang telah disediakan oleh pihak kampus dengan semaksimal mungkin.

Namun permasalahan tentang sistem pembelajaran secara online ini apakah cukup sampai disini? Tentu saja tidak. Pelaksanaan kuliah online di tengah pandemi ini terkesan mendadak dan kurang efektif untuk diterapkan di Indonesia.Belum adanya pembekalan dan pengenalan kepada masyarakat dan mahasiswa terkait sistem pembelajaran online sebelum pandemi ini terjadi, berdampak pada ketidaksiapan banyak pihak untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan secara online

Hambatan fasilitas berupa akses internet masih menjadi persoalan yang banyak dijumpai di Indonesia. Menurut riset yang dirilis Hootsuite, pada Januari 2020 kecepatan internet di Indonesia rata-rata hanya 20,1 Mbps atau jauh dibawah rata-rata dunia (worldwide) yang mencapai 73,6 Mbps. Dengan kondisi kecepatan yang seperti ini tentu akan terdapat banyak hambatan dalam penggunaan internet di Indonesia. Belum lagi mahasiswa yang tinggal jauh dari pusat kota akan sering mengalami kendala jaringan saat proses pembelajaran. Lalu apa akibat dari banyaknya pelajar yang mengalami kendala sinyal tersebut? Tentu saja mereka tidak bisa leluasa dalam menggunakan fasilitas yang disediakan pihak kampus karena keterbatasan sarana inernet. Mereka hanya bisa presensi karena akses internet mereka tidak memadai untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan platform yang digunakan dosen untuk kegiatan pembelajaran. Tekat dan niat pelajar pun harus terhalang jaringan, lalu bagaimana kami menuntut pemerataan fasilitas ini?

Kuliah online ini menjadi kritikan untuk pemerintah untuk menata dan memberikan pendidikan yang jelas dan terarah serta bebas dari keterbelakangan pendidikan. Mahasiswa perlu dibekali terlebih dahulu tentang sistem pembelajaran online yang akan diterapkan, barulah mengembangkan sarana dan prasarana yang selalu menjadi hambatan pada kegiatan ini. Sehingga kemajuan teknologi tidak hanya berdampak positif bagi sebagian orang saja namun bisa merata hingga daerah yang jauh dari pusat kota. Pemerataan fasilitas yang menunjuang kegiatan pembelajaran inilah yang dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang hanya presensi saat kuliah online karena keterbatasan jaringan internet.

Perbaikan kondisi tersebut bukan hanya berorientasi saat kuliah online di masa pandemi saja, namun diharapkan bisa berkembang dan menunjang perbaikan sistem pendidikan di masa yang akan datang. Mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan tidak menganggap “kehadiran menjadi hal terpenting” dalam proses ini, namun peningkatan daya kritis dalam diskusi diharap bisa menjadi rutinitas tiap hari. Karena generasi inilah yang akan bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa Indonesia di masa mendatang setelah pandemi berakhir.

Penulis : Diana Anggraini P.

Editor : Erlita Diah Salsahbila, Shavira P dan Arki Vanesaputri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *