Fri. Sep 30th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Pertanian Bisa Manfaatkan Guncangan Jadi Cuan

3 min read

Pendemi Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia telah banyak mengubah pola kehidupan manusia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak untuk mencegah penularan virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.  Salah satunya upaya yang dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini yakni dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau biasa disebut PSBB.  Pemberlakuan PSBB ini mengharuskan beberapa perusahaan dan instansi menonaktifkan kegiatan offline dan mengubahnyamenjadi kegiatan online. Mulai dari pekerja hingga pelajar terpaksa melakukan kewajibannya dari rumah saja. Hingga tak sedikit dari mereka mengalami krisis perekonomian.

Krisis ekonomi menjadi bayang-bayang selama pandemi berlangsung, mengingat pergerakan beberapa sektor melemah bahkan terhenti. Dampak pandemi terhadap perekonomian masyarakat menyebabkan banyak orang mengalami stres karena dengan keadaan serba terbatas kita dipaksa memutar otak untuk tetap berpenghasilan di tengah ruang gerak yang semakin sempit ini.

Dilansir dari website Universitas Indonesia, bahwa lamanya masa isolasi atau PSBB yang mengharuskan semua orang beraktivitas di rumah saja dapat menyebabkan seseorang merasa stres, sedih, gelisah hingga merasa tertekan atau biasa dikenal dengan ‘cabin fever’.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi ‘cabin fever’ ini yaitu berkebun. Berkebun dapat menjadi pilihan aktivitas maupun hobi baru selama pandemi. Masyarakat perkotaan banyak memanfaatkan halaman depan rumah maupun balkon sebagai tempat untuk berkebun atau yang biasa disebut dengan urban farming. Tak sedikit yang mendadak mendapat julukan “Mama Plants” karena ketertarikannya dengan tanaman, contohnya saja Meira Anastasia, penulis buku Imperfect sekaligus istri Ernest Prakasa ini membeberkan alasan ketertarikannya pada kegiatan berkebun selama pandemi.

“Kenapa mulai ngumpulin yang anak ijo (tanaman)? Karena pemandangan yang selama ini aku liat dari apartemen kebanyakan atap rumah orang. Karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) jadi ngerasa pengen banget liat ijo-ijo (tanaman). Sesuatu yang biasanya gak aku syukuri, masih bisa liat pohon di jalanan atau di tempat-tempat lain. Makanya pengen banget bawa kehijauan ini ke depan mata setiap hari.” Ujarnya pada salah satu caption postingan instagramnya.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 oleh Novita Harini salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran juga membuktikan bahwa warna dapat menjadi media terapi, salah satunya warna hijau. Warna hijau yang banyak dimiliki tanaman dapat menimbulkan efek menenangkan sistem saraf, khususnya pada organ jantung dan memperlancar peredaran darah.

Perasaan bosan karena dipaksa di rumah saja membuat banyak orang lebih aware akan keadaan sekeliling, khususnya pojok-pojok rumah mereka. Hingga akhirnya muncul keinginan untuk mempercantik dengan berbagai tanaman hijau. Selain sebagai aktivitas baru, berkebun juga bisa menjadi salah satu cara untuk melepas penat.

Kegiatan berkebun ini juga bisa menjadi peluang usaha untuk menambah penghasilan di tengah pandemi. Tidak ada salahnya kan mencoba peruntungan dengan membuka bisnis tanaman hias? Tanaman hias menjadi salah satu tanaman yang banyak digemari untuk dapat membuat ruangan menjadi lebih cantik dan segar. Salah satu jenis tanaman hias yang banyak dilirik akhir-akhir ini yakni janda bolong atau yang memiliki nama ilmiah Monstera adansonii variegated.   

Bisnis tanaman hias ini tak perlu modal yang besar, cukup memasok tanaman dari bibit murah dan mempelajari ilmu budidaya tanaman secara mandiri melalui internet. Bisnis tanaman hias dapat terus melambung dengan munculnya berbagai jenis tanaman bercorak unik lainnya, strategi dan manajemen bisnis yang matang serta fokus strategi pemasaran online melalui sosial media. Bisnis tanaman hias ini bisa menjadi titik terang dan alternatif yang sangat masuk akal dan potensial selama masa pandemi.

Kementerian Pertanian juga mendukung dan memberi motivasi kepada masyarakat untuk tetap produktif dan memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk dapat berbisnis khususnya bisnis tanaman hias dari rumah. Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa bisnis tanaman hias ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Adanya pandemi Covid-19 yang membuat semua orang harus tetap dirumah dapat mendukung pertumbuhan industri tanaman hias ini.

Sangat disayangkan apabila tidak mencoba bisnis ini, khususnya bagi seseorang yang memiliki minat di sektor pertanian. Bisnis tanaman hias merupakan bisnis yang harus terus mengikuti trend, oleh karena itu  memperhitungkan minat pelanggan menjadi salah satu kunci sukses dalam bisnis ini. Pelaku bisnis harus jeli memanfaatkan sekecil apapun potensi dari setiap tanaman hias, mengingat attention terbesar masyarakat terhadap tanaman hias terdapat pada keunikan tanaman tersebut. Mungkin anda bisa mendulang sukses dengan cara ini.

Penulis : Nur Afifah

Editor : Erlita Diah Salsahbilla, Lara Putri Kartika D dan Maritsa Muqaffani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *