Fri. Sep 30th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

BOYCOTT

2 min read

Kau masih ingat dengan gerakan people power itu Jok?”, Tomo memulai.
Apa yang kau maksudkan itu tentang gerakan MINKE melawan kolonialisme Gubermen Tom? yang juga dia ajarkan ke Ang San Mei, kekasihnya dari Cina yang nasionalis itu? yang ahirnya menjadi salah satu proker SDI melawan pedagang kain besar totok di Surabaya? yang juga jadi bentuk perlawanan Pak Samin menentang Cultuurstelsel alias tanam paksa di Pati?” “Betul Jok, kala itu Boycott jadi senjata orang-orang lemah untuk melawan kedigdayaan Penjajah! karena saat itu hukum hanya berlaku bagi totok eropa, tidak boleh untuk pribumi! jadi tak ada jalan keadilan bagi keluarga menuntut, seandainya sebuah peluru menembus dada pribumi karena menolak menjual tanah ke Gubermen. Juga tak ada hukuman untuk totok yang merampas paksa anak gadis pribumi untuk digundik, pengadilan putih tidak mengakomodir keadilan bagi pribumi.” “Memang saat itu, tak bisa perlawanan melalui jalur hukum dilakukan pribumi, Boycott menjadi alternatif. Senjata paling kuat orang-orang lemah“.

Lalu apa hubungannya dengan kelapa sawit, Tom?” Joko kembali ke Topik.
Gerakan itu Jok, Boycott!! dia timbul lagi hari ini. hanya dengan objek dan situasi yang berbeda. tentu kau masih ingat tentang KAMPANYE HITAM KELAPA SAWIT yang sedang gencar-gencarnya dilakukan bangsa barat, menuding banyak permasalahan yang ada di industri ini, Industri yang menempatkan Indonesia sebagai pemain terbesar di dunia. Mereka menjadikan isu devoresty, ancaman diversity, polusi dan isu yang sebenarnya telah terjawab itu sebagai alasan pembenaran, untuk MEMBOYCOTT minyak kelapa sawit Indonesia.” Tomo meletakkan alat kerjanya dan mulai memperagakan kuliahnya dengan gerakan tangan. “Boycott sawit itu dilakukan agar dapat dikurangi pemakaiannya di Negara Barat sana, atau kalau perlu mengapusnya sama sekali Jok !!” “Ya, aku tau soal itu Tom, dan mulai menangkap arah agitasimu” “Kau paham kan? sekarang menurutmu Jok, siapa yang lemah? yang menggunakan senjata orang-orang lemah? Boycott. dan siapa sekarang yang tumbuh kuat?” “Ya Tom, dan sekarang Indonesia akan melawan bangsa barat itu dengan terhormat melalui justice court-nya mereka sendiri, tak bisa lagi bekas penjajah itu menginjak seenaknya bangsa ini seperti abad 19′ lalu, bangsa ini sekarang merdeka dengan pondasi jiwa, darah dan air mata para pahlawan” “Pasti Jok, mereka para pahlawan kita itu akan tersenyum bangga melihat kenyataan hari ini. Melihat negara yang dibangunya, tumbuh menjadi kuat dan terhotmat“. dengan dada penuh semangat 45′, Joko dan Tomo meneruskan pekerjaan masing-masing, memastikan tidak ada buah mentah yang lolos grading ke loading ramp.[]

Oleh: Andik Setyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *