Thu. Sep 29th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

16 Hari Pasca Penghapusan Komentar, BEM FP UNEJ Terbitkan Surat Permohonan Maaf dan Klarifikasi

3 min read
Ilustrator : Safira Ummah

Kamis, 17 Juni 2021 BEM Fakultas Pertanian Universitas Jember (BEM FP UNEJ) periode 2021 menyebarkan Surat Pemberitahuan Nomor 136/UN25.1.3.BEM/M/2021 berisi tentang permintaan maaf terkait penghapusan komentar di official account Instagram milik BEM FP UNEJ (@bemfapertaunej).

Surat permintaan maaf secara resmi dan klarifikasi diterbitkan terhitung 16 hari setelah kejadian. Pihak BEM mengaku ada banyak tindakan dan diskusi yang dilakukan terlebih dahulu dengan pihak alumni dan demisioner sebelumnya. “Dari tanggal 2 sampai tanggal 7 itu kita berkomunikasi dengan alumni dan juga demisioner, dalam hal ini melakukan pembahasan,” Ujar Ari selaku Ketua Umum BEM FP UNEJ 2021.

Pihak Ketua Umum BEM FP UNEJ juga telah memberikan permintaan maaf secara langsung dengan pihak Rifki Al Hakim (mahasiswa Agroteknologi angkatan 2016) yang dihapus komentarnya.

Kronologi Penghapusan Komentar

Bertepatan dengan ulang tahun BEM FP UNEJ yang ke-5, pada tanggal 1 Juni 2021 BEM FP UNEJ mengadakan sebuah lomba TikTok yang dipromosikan lewat penyebaran pamflet di sosial media Instagram. Pada hari yang sama, BEM FP UNEJ melakukan penghapusan komentar salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember (FP UNEJ) di postingan tersebut.

Menurut keterangan BEM FP UNEJ, komentar yang dihapus berisi tulisan “Gak ada hal lain atau kerjaaan lain tah min?” (komentar oleh @rifkimba).  Sebelum dihapus oleh pihak admin (re: Divisi Kominfo), komentar tersebut terlebih dahulu dikirim di grup pengurus pada pukul 20.09 WIB untuk bertanya terkait apa yang perlu dilakukan.

Setelah itu, salah satu Pengurus Harian (PH) BEM FP UNEJ memberi intruksi untuk menghapus komentar tersebut supaya tidak memecah konsentrasi pengurus BEM FP UNEJ. Beberapa pengurus lainnya merespon untuk tidak menghapus komentar tersebut tetapi pihak admin sudah terlanjur mengikuti intruksi dari pihak pengurus harian. “Sejujurnya memang itu intruksi dari salah satu PH dan itu langsung dilaksanakan tanpa basa-basi oleh admin,” Ujar Ari.

Saat kami wawancarai, Rifki Al Hakim (pemilik akun @rifkimba) merasa tidak ada kata kasar yang digunakan dalam komentar tersebut. “Aku cuma kayak mempertanyakan aja apa gak ada hal yang lebih penting lagi ta?” Ujar Rifki.

Menurut Rifki, tindakan penghapusan komentar yang dilakukan oleh pihak BEM FP UNEJ merupakan salah satu tindakan pembatasan aspirasi mahasiswa. “Kalo misalnya sampe ngehapus aspirasi dari kita (re: mahasiswa), ya ibarate kayak negara kita sekarang, BEM-nya semena-mena gitu loh, kaya diktator juga akhire. Kita gak boleh memberikan aspirasi, kita gak boleh memberikan masukan, tanya apa ada hal yang lebih penting dari hal tersebut juga kan seakan-akan kita dibatasi,” Ujar Rifki.

Pihak BEM FP UNEJ berdalih penghapusan komentar terjadi karena adanya perpecahan fokus karena acara Podcast yang diadakan oleh BEM FP UNEJ yang dilakukan di waktu bersamaan dengan admin yang juga sebagai pelaksana pada saat itu. Ari menuturkan, “Salah satu PH di situ mengintruksikan, kemungkinan ada rasa kebingungan.”

Pihak Ketua Umum BEM FP UNEJ tidak memberi keterangan ketika ditanya lebih lanjut terkait PH yang mengintruksikan penghapusan komentar. “Itu adalah masalah internal, tidak seharusnya orang lain tau banyak hal tentang masalah yang di dalam,” Ujar Ari. Ia merasa pihaknya sebagai pimpinan organisasi-lah yang paling salah dan Ia juga perlu melindungi anggotanya yang melakukan kesalahan.

Menurut BEM FP UNEJ sendiri, penghapusan komentar ini berdampak pada dua hal yaitu kekecewaan pihak Warga Fakultas Pertanian (WAPERTA) dan ketakutan beberapa pengurus untuk terus berproses di BEM FP UNEJ.

Penulis : Ahlan Anwari

Reporter : Ahlan Anwari dan Erlita Diah S

Editor : Erlita Diah S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *