Fri. Sep 30th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Minim Pendaftar, PPUM FP UJ Perpanjang Pendaftaran Paslon BEM FP

3 min read

Jember, Plantarum-Minggu, (24/11/2019) pendaftaran pasangan calon (Paslon) ketua dan wakil ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dalam pemilihan umum raya (Pemira) Fakultas Pertanian (FP)  Universitas Jember (UJ) memasuki fase perpanjangan. Pendaftaran yang semula dimulai sejak tanggal 6 – 15 November 2019 belum bisa memenuhi beberapa syarat sehingga harus diperpanjang sampai 22 November 2019.

Pemira merupakan program kerja dari komisi I yaitu komisi legislasi Badan Pengawas Mahasiswa (BPM) FP UJ. Komisi I BPM membentuk Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM), Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Raya (DKPP). 

PPUM bertanggung jawab untuk mengatur tanggal penting pelaksanaan Pemira, teknis debat dan tempat penyelenggaraan. “Pokoknya lebih ke teknis itu di PPUM, tapi ketika itu nanti kayak penyelesaian sengketa, kayak nanti pengawasan entah itu selama berjalannya pemilu raya itu nanti ranahnya Panwas (Panwaslu, red)”, ujar Arga selaku Ketua PPUM 2019. Panwaslu di lain sisi juga bertugas dalam penerimaan dan pernyataan sah atau tidaknya berkas pendaftar Paslon.

Penyelenggaran Pemira kali ini tidak lepas dari peraturan yang berlaku di dalamnya, seperti Undang Undang (UU) Pemira. UU Pemira yang dibuat dan dibahas oleh BPM menetapkan pelaksanaan Pemira baru bisa dilaksanakan jika Paslon yang diterima minimal dua. Sampai batas waktu pendaftaran, belum ada paslon yang menyerahkan berkas pendaftaran sehingga hal ini lah yang disebutkan oleh Arga menjadi alasan diperpanjangnya pendaftaran pemira tahun ini.

Ferdinan Erdhin selaku Ketua BEM FP UJ 2019  sangat menyayangkan keputusan PPUM dalam melakukan sosialisasi di waktu yang mendadak. Ia juga mengaku kecewa karena tidak ada jejak pendapat sebelum sosialisasi UU Pemira yang seharusnya diadakan jauh sebelum pendaftaran. “Minimal dua minggu tiga minggu lah sebelum sosialisasi”, jelasnya. Menurutnya jejak pendapat ini bisa menjadi langkah awal bagi para Paslon untuk mempersiapkan diri dalam pendaftaran.  

Aan, mahasiswa yang mengajukan diri sebagai calon wakil ketua BEM merasa pihaknya keberatan mengenai waktu yang singkat. Rentang waktu sepuluh hari pendaftaran dirasa belum cukup untuk mempersiapkan semua yang diperlukan untuk pendaftaran. Waktu pendaftaran dengan waktu sosialisasi yang tidak mempunyai selang waktu menjadi masalah utama. “Secara gak langsung, aku apa ya, dirugikan mas. Soalnya dari aku sendiri buat matengin ini tuh gak ada”, ujarnya.

Arga mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan mahasiswa terkait antusiasme yang kurang. “Dari PPUM sebagai fasilitator, nah ketika terjadi kayak gini mungkin dari PPUM agak kecewa aja kenapa antusiasme mahasiswa berkurang”, tukasnya. Di lain sisi, Christianto selaku Ketua BPM 2019 mengatakan tidak ada yang kurang baik dari pihak mahasiswa ataupun PPUM sebagai penyelenggara.

Perpanjangan waktu dalam Pemira otomatis berdampak pada perubahan timeline yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pihak PPUM mengaku sudah mempersiapkan timeline baru untuk mengatasi hal ini, akan tetapi belum bisa disebarluaskan. Christianto juga menambahkan bahwa masih perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai timeline baru tersebut.

Adanya perpanjangan waktu pendaftaran selama maksimal tujuh hari ini, Arga mengharapkan adanya antusiasme mahasiswa supaya tetap ada pelaksanaan e-TPS (Tempat Pemungutan Suara) seperti yang telah disiapkan sebelumnya. Ketua BPM memastikan ketika belum terdapat dua pasangan calon, maka pemilihan akan berlanjut pada musyawarah besar seluruh keluarga mahasiswa FP UJ.

Christianto mengatakan nantinya dalam forum musyawarah besar tersebut masih diperbolehkan mengajukan diri untuk menjadi Paslon ketua dan wakil ketua BEM. Ia juga memberi keterangan bahwa ketika masih ada yang mengajukan diri, maka proses pemilihan tersebut akan berlanjut ke fase e-voting dan jika hanya terdapat satu paslon maka pemira dilakukan secara musyawarah saja. Arga berpendapat Pemira FP UJ seharusnya menjadi ajang untuk regenerasi kepengurusan BEM. Ia berharap tahun depan nanti animo mahasiswa akan meningkat supaya didapatkan pemimpin yang lebih berkualitas. Christianto juga berharap Pemira tahun ini mampu menghasilkan ketua dan wakil ketua BEM yang berkompeten dan bisa melakukan kerja demokratis dan transparan bagi seluruh aspek yang ada di FP UJ ini.[]

Oleh : Ahlan Anwari
Reporter : Habibillah Putra Lookmawan
Editor : Famnun Alaina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *