Thu. Apr 18th, 2024

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Maraknya Aksi Eksibisionisme Terhadap Mahasiswi Di Sekitar Kampus

2 min read

Beberapa mahasiswa yang tinggal disekitar Jl. Jawa diresahkan dengan adanya tindak aksi eksibisionisme. Aksi eksibisionisme atau pamer alat kelamin dan begal payudara marak terjadi lagi di Jalan Jawa 6. Sasaran korbannya kebanyakan pejalan kaki perempuan. Aksi yang sudah marak terjadi tersebut mulai terjadi kembali pada tanggal 15 Maret 2023. Kejadian tersebut turut memberikan kekhawatiran dan menebar ketakutan terhadap beberapa mahasiswa yang juga tinggal didaerah tersebut.

Menurut Salah satu narasumber berinisial N, aksi kekerasan seksual tersebut sudah marakterjadi tahun 2021. “Kalo ditanya pernah, memang seringkan dari awal aku kos disana tahun 2021 itu kan udah disana emang udah rame pas itru.” Tutur N. Selasa (28/3/2023).

N juga menambahkan penyebab maraknya kekerasan seksual di Jalan Jawa 6 karena kondisi Jalan Jawa 6 yang sepi dan minim lampu. Pendapat tersebut disetujui juga oleh salah satu narasumber yang lain berinisial RR. “Terjadi itu karena salah satunya penerangannya kurang mungkin pelaku mencari target yang paling banyak karena banyak anak-anak yang sering jalan kaki dari kosnya.” Selasa, (28/3/2023).

Dengan maraknya aksi pelecehan seksual tersebut, banyak mahasiswi yang merasa takut saat keluar berjalan kaki di Jalan Jawa 6. Menurut narasumber berinisial S, dia merasa takut keluar saat malam hari dan lebih memilih tetap di kos. “Takut sih, jadi kalo udah malem itu ndak keluar dari kos sampe ada orang apalagi cowok naik sepeda
kek nggak dihiraukan. Awal-awal aman (jalan sendiri) tapi gara-gara akhir-akhir ini ada isu kayak gitu udah ngerasa nggak aman lagi.

Narasumber juga menuturkan bahwa diJalan Jawa 6 tidak ada sistem keamanan keliling (Siskamling). “nggak ada siskamling kan cuma pak teng-teng.” Ujar N. Narasumber-narasumber yang lain juga menuturkan bahwa keberadaan pak teng-teng tidak lantas membuat Jalan Jawa 6 menjadi aman dari aksi kekerasan seksual tersebut karena pak teng-teng biasanya mulai keliling dari jam 10 malam keatas dan terjadwal kelilingnya sehingga menurut narasumber, pelaku mengetahui kapan dia tidak menjalankan aksinya. Hal tersebut terbukti banyak aksi pelecehan seksual di Jalan Jawa 6 yang terjadi pada jam 10 kebawah. Bukan hanya terjadi sekali, pada tahun 2022. Pusat Studi Gender (PSG) Unej mencatat ada 9 kasus eksibisionisme yang terjadi. Pelaku melakukan aksinya di titik keramaian sekitar wilayah kampus. Seperti di kawasan Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, dan Jalan Batu Raden sekitar wilayah Mastrip.

Penulis : Safrina D. P.
Editor : Tim Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *