Tue. Oct 6th, 2026

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Sembuh Lalu Tumbuh

1 min read

Oleh: Naivatul Ulya A. I.

Ketika surya masih bersembunyi di balik cakrawala

Hangatnya aruna bahkan belum terasa

Sepasang kaki menapak menuju pertiwi

Berbekal benih dan doa

Yang tak pernah usai diucap dalam sunyi

Bhumi yang dipijak

Tempat segala mula bersemayam dalam sunyi

Tetes keringat jatuh tanpa suara

Menyatu dengan tanah, baur di udara

Lalu diam-diam kehidupan tercipta

Ia tak bertanya kepada langit

Mengapa tirta enggan menyapa bhumi?

Sebab ia tahu

Tak semua awan menjanjikan hujan

Tak semua mendung membawa hidup

Tidak pula ia memaki kemarau

Ketika sang surya terlalu garang

Membakar daun-daun yang merunduk pasrah

Sementara tanah perlahan merekah

Menyisakan garis-garis luka

Yang tak pernah sempat mengadu

Namun ia tetap menanam

Meski musim tak pernah berjanji

Sebab tangannya akrab dengan luka

Dan hatinya berteman dengan kalah

Selama bhumi masih mengenal benih

Selalu ada alasan untuk kembali

Selama tirta masih mengenal tanah

Selama asa masih bersemayam di dada

Ia akan tetap menanam

Menitipkan hidup kepada bhumi

Percaya luka akan sembuh

Lalu tumbuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *