Sembuh Lalu Tumbuh
1 min readOleh: Naivatul Ulya A. I.
Ketika surya masih bersembunyi di balik cakrawala
Hangatnya aruna bahkan belum terasa
Sepasang kaki menapak menuju pertiwi
Berbekal benih dan doa
Yang tak pernah usai diucap dalam sunyi
Bhumi yang dipijak
Tempat segala mula bersemayam dalam sunyi
Tetes keringat jatuh tanpa suara
Menyatu dengan tanah, baur di udara
Lalu diam-diam kehidupan tercipta
Ia tak bertanya kepada langit
Mengapa tirta enggan menyapa bhumi?
Sebab ia tahu
Tak semua awan menjanjikan hujan
Tak semua mendung membawa hidup
Tidak pula ia memaki kemarau
Ketika sang surya terlalu garang
Membakar daun-daun yang merunduk pasrah
Sementara tanah perlahan merekah
Menyisakan garis-garis luka
Yang tak pernah sempat mengadu
Namun ia tetap menanam
Meski musim tak pernah berjanji
Sebab tangannya akrab dengan luka
Dan hatinya berteman dengan kalah
Selama bhumi masih mengenal benih
Selalu ada alasan untuk kembali
Selama tirta masih mengenal tanah
Selama asa masih bersemayam di dada
Ia akan tetap menanam
Menitipkan hidup kepada bhumi
Percaya luka akan sembuh
Lalu tumbuh
