Thu. Sep 29th, 2022

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Haru Biru Keberhasilan BEM Universitas Jember Mengawal Aspirasi Mahasiswa

3 min read

Kali ini Tanya membuka mata dengan tergesa karena suara alarm yang tidak pernah terduga akan berbunyi sekeras sekarang. Tapi setelah semua nyawa terkumpul, dering handphone terus menerus ternyata bukan berasal dari alarm yang tidak pernah dia atur sebelumnya, melainkan dari pesan masuk yang sudah ratusan jumlahnya.

Mata masih mengernyit belum terbiasa akan cahaya handphone yang terasa menusuk sambil mencoba membuka aplikasi messenger. Ternyata semua pesan masuk hanya berasal dari grup dan sudah hampir pasti berisi canda gurau seperti biasanya. Tapi setelah ia perhatikan lagi, terdapat pesan bersuka cita karena BEM Universitas yang kinerjanya membaik salah satunya dengan bukti bantuan dana dari pihak Universitas yang sudah turun bahkan melebihi ekspektasi mahasiswa yang sudah terlanjur kecewa sebelumnya.

Seakan tidak percaya, ia mencoba melihat M-Banking dan ternyata bantuan sudah turun dengan nominal yang lebih dari sebelumnya. Setelah semalam rasanya sulit sekali tertidur memikirkan ekonomi yang kian memburuk dan dompet tidak berisi, bangun di hari ini terasa menyenangkan sekali. Seperti rasanya angin segar tengah berhembus khas pagi buta padahal Tanya tengah terbangun di jam 11 siang.

Pandemi benar-benar berhasil membuat Tanya mengalami stress yang menyerang dan energi rasanya sudah habis terkuras demi menjaga kewarasan. Pemandangan layar ia gulirkan sedikit ke fitur cerita dan didapati rasa bahagia nyaris diungkapkan keseluruhan kawan universitas. “Akhirnya,” Ucapnya membatin meninggalkan beban luar biasa di dada. Sebelum itu semua, pikirannya kembali terbang jauh ke suara yang selalu berisi tentang ketidak puasan kinerja BEM Universitas Jember kini sudah terbantahkan.

Sementara di seberang, Ahmad Fairuz tampak menghapus air mata terharu melihat usaha kerasnya memperjuangkan hak-hak mahasiswa UNEJ setidaknya telah menemui titik cerah dan berhasil. Kantung matanya tampak menghitam kelelahan setelah terus menerus memikirkan nasib mahasiswa di tangan birokrasi.

Pihak BEM Fakultas menyambut hangat kabar baik yang menyenangkan bagi siapapun pihak mahasiswa. Tidak terasa lagi atmosfir perpecahan dan rasa tidak puas, semua terganti rasa bangga dan senang melihat kinerja BEM Universitas yang menunjukkan titik terang. Kini, tidak ada lagi permasalahan yang selalu dielu-elukan terkait tupoksi dan ranah kerja dari organisasi yang dianggap jantungnya organisasi mahasiswa di area kampus ini.

Hari itu, hampir diseluruh sosial media tidak bosan terlihat ucapan selamat dan rasa bangga atas berhasilnya advokasi yang dilakukan pihak BEM Universitas. Official account dari pihak BEM Universitas berhasil menjadi sorotan dengan ribuan komentar positif pada salah satu postingan. Tampak disana Fairuz berjabat tangan dengan pihak rektorat sambil memegang tuntutan yang sudah ditandatangani dan berhasil terealisasi dalam waktu singkat tersebut.

Pada hari itu rasanya semua mahasiswa terbangun dalam rasa bahagia yang membuncah kemana-mana. Jika ini hari aktif kuliah, mungkin akan tampak senyum-senyum berseri dari mahasiswa yang berlalu-lalang di koridor. Tetapi sayang sekali semua mahasiswa hanya bisa mengungkapkan rasa gembira di akun-akun media sosial yang mereka miliki. Tidak ada jabat tangan dan bisikan-bisikan bahagia membicarakan kinerja BEM Universitas ini.

Tetapi ternyata Tanya kembali tersentak, ia masih terbaring di kasur dengan posisi yang sama dengan pertama kali terbangun tadi. Tidak ada suara handphone yang mengganggu seperti tadi. Ia mengecek handphone yang ternyata tidak berisi ucapan selamat. Saldo M-Bankingnya pun masih sama terisi angka 11 saja seperti jumlah pemain sepak bola. Sayangnya peristiwa tadi hanya peristiwa mimpi di dalam mimpi. Sayangnya, sampai saat ini pun masih banyak ditemukan kekecewaan atas kinerja BEM U.

Ia menunduk sambil tertegun, “False awakening,” ia berkata lirih. Sebuah kejadian dimana kita bermimpi bangun dari tidur, tetapi hanya terbangun dari mimpi yang lain.[]

Penulis : Ahlan Anwari

Editor : Erlita Diah Salsahbila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *