Wed. Mar 4th, 2026

Plantarum Online

Tahu, Tanggap, Tandang

Aksi Elemen Masyarakat dalam Amarah Masyarakat Jember Menuntut 5 Point terhadap Sikap Represifitas Aparat

Sabtu 30 Agustus 2025, aliansi masyarakat sipil yang tergabung dalam Amarah Masyarakat Jember (AMJ) melakukan aksi tuntutan terhadap represifitas aparat dalam aksi demo di gedung DPR pada 28 Agustus 2025. Aksi ini dilakukan sebagai ungkapan bela sungkawa kepada driver ojek online yang meninggal dilindas oleh aparat. Aksi ini terbungkus menjadi satu dan melebur ke dalam AMJ. Aksi ini juga menuntut 5 point yang harus ditandatangani oleh aparat dan pejabat publik.

Massa aksi berkumpul pada double way UNEJ pada pukul 08.00 dengan menggunakan pakaian hitam dan pita putih pada tangan kiri. Massa aksi turut membawa poster dan banner sebagai bentuk kreatifitas dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Massa aksi juga turut menyanyikan lagu-lagu perjuangan selama aksi berlangsung. Adapun 5 poin tuntutan AMJ seperti:

  1. Bebaskan seluruh massa aksi yang ditahan
  2. Usut tuntas dan adili seluruh aparat pembunuh dari aktor lapangan hingga otak pemberi perintahnya
  3. Evaluasi institusi polri secara menyeluruh
  4. Copot Kapolri Sigit Listyo Prabowo karena telah gagal mengubah wajah represif  kepolisian
  5. Presiden dan DPR harus segera mengevaluasi segala kebijakan yang tidak berpihak kepada kesejahteraan rakyat

Pukul 11.01 massa aksi telah berkumpul dan akan melakukan long march yang dimulai dari unej menuju DPRD dan menuju kantor Polres Jember. Massa aksi yang telah sampai di depan kantor DPRD melakukan orasi terhadap aspirasi yang ingin disampaikan dihadapan wakil rakyat tersebut. AMJ juga menuntut pada poin 5 bahwa presiden dan DPR harus mengevaluasi segala kebijakan yang tidak berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Berdasarkan info dari koordinator lapangan bahwa di kantor DPRD tidak ada wakil rakyat yang bertugas, maka aksi dilanjut dengan long march menuju Polres Jember.

Massa AMJ yang telah sampai di depan kantor Polres Jember

Pukul 12.30 massa aksi sampai di depan kantor Polres Jember dengan suasana kondusif. Beberapa perwakilan tampak bernegosiasi dengan aparat agar bisa masuk kedalam Polres Jember. Pukul 13.00 negosiasi berhasil, massa aksi mulai memasuki kantor Polres Jember dan mulai berorasi dihadapan aparat berseragam dengan alat pelindung diri. Dalam orasi massa aksi juga mendesak untuk penandatanganan 5 tuntutan AMJ oleh Kapolres Jember sebagai bentuk komitmen terhadap aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi.

Proses penandatanganan tuntutan oleh kapolres jember sempat terkendala karena Kapolres tidak mau menyetujui point ke 4 dari tuntutan AMJ. Point ke 4 tidak dapat disetujui oleh Kapolres karena Kapolres merasa dengan adanya persetujuan pada point ke 4 dapat mengancam posisi beliau sebagai Kapolres. Proses penandatanganan tetap berlanjut dengan konsekuensi point ke 4 dicoret oleh Kapolres Jember. Sempat terjadi kericuhan setelah proses penandatanganan akibat tindakan kapolres dan alasannya yang menolak tuntutan massa aksi. Kericuhan yang sempat terjadi sebagai ungkapan kekecewaan massa aksi terhadap alasan yang diberikan oleh Kapolres Jember.

Massa aksi yang kurang puas terhadap penandatanganan tuntutan oleh Polres Jember, tetap bertahan di halaman Polres Jember sambil berorasi dihadapan aparat. Massa aksi juga sempat memberi waktu 1 x 20 menit untuk Kapolres kembali menemui massa aksi untuk persetujuan komitmen dari tuntutan massa aksi. Massa tetap bertahan di Polres Jember hingga semua point dapat disetujui oleh Kapolres Jember.

Fajri mengungkap pada wawancara dengan awak media menyebut bahwa aksi dapat dikatakan menang dan akan ada aksi lanjutan terhadap tindak lanjut dari respon Polres Jember. Fajri juga menyebut aksi lanjutan akan ada lebih banyak massa yang lebih banyak. AMJ sendiri merupakan gabungan dari beberapa elemen masyarakat seperti cipayung plus, BEM se-Jember, aksi kamisan Jember dan elemen masyarakat yang tergabung ke dalam 8 elemen masyarakat.